Antasari Azhar Semoga Baik-Baik Saja

Mengikuti perkembangan berita kasus “cinta segitiga” antara Rani Juliani, Almarhum Nasrudin Z dan Antasari Azhar sungguh banyak pelajaran hidup yang dapat diperoleh, betapa manusia yang menurut ukuran manusia lain telah berbuat banyak untuk manusia ternyata semua menjadi sia-sia belaka bila mengesampingkan perintah dan petunjuk Yang Maha Esa.

Hari ini tanggal o4 mei 2009 pihak Kepolisian sudah menetapkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif, Antasari Azhar, sebagai tersangka kasus pembunuhan Direktur BUMN Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen dan langsung dilakukan penahanan.

Antasari Azhar seharusnya ditahan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Tetapi, atas permintaan tim kuasa hukum akhirnya Antasari Azhar ditahan di Direktorat Narkoba bukan di Direktorat Kriminal Umum. Alasan yang diberitakan karena di dalam penjara Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya tedapat orang-orang yang terlibat kasusu korupsi di Indonesia antara lain, Bulyan Royan, Oey Hoey Tiong, dan Al Amin.

Salah satu pengacara Antasari Azhar menyampaikan bahwa dalam pemeriksaan Antasari Azhar selama 8,5 jam, penyidik kepolisian sama sekali tak menyinggung soal Rani Juliani. Menurut Farhat Abbas dari pertanyaan yang diajukan penyidik, tak ada kaitan tentang Rani Juliani. Nama Rani Juliani selama ini dikaitkan dengan Antasari Azhar dan Nasrudin Z terkait kasus pembunuhan berlatang belakang “cinta segitiga” ini.

Banyak pihak setelah mendengar berita-berita yang ada, pertama-tama timbul kesan antara percaya dan tidak percaya, karena barangkali pengaruh jabatan yang disandang Antasari Azhar dimana menciptakan harapan dalam alam pikir untuk mengidolakan seorang Antasari Azhar bertindak sebagai “Malaikat” dalam memenuhi harapan-harapan masyarakat tentang hidup yang lebih baik di Indonesia. Tetapi sekarang kita semua jadi teringat bahwa Antasari Azhar ternyata seorang manusia biasa seperti kita, Marilah kita doakan semoga baik-baik saja kondisinya.

Kita semua hanya berharap dan mempercayakan saja kepada pihak kepolisian untuk dikembalikan ke aspek hukum nya karena kalau mengikutin perasaan jadi subyektif dan menjadi tidak fair. Pertanyaannya kenapa hal ini bisa terjadi...dan melibatkan Antasari Azhar.

loading...
loading...