Mengenal Teknologi Monitor LCD

Teknologi LCD sesungguhnya tidak hanya diterapkan pada monitor sebagaimana yang populer selama ini. Notebook, Ponsel, Pager dan berbagai perkakas elektronis lainnya pun menggunakannya. LCD ditemukan oleh seorang ahli botani asal Austria bernama Freidrich Reintzer, pada akhir abad ke-19. Istilah Liquid Crytal ini justru dipopulerkan pertama kali oleh fisikawan Jerman bernama Otto Lehmann. Berbeda dengan teknologi monitor CRT (Cathode Ray Tube), teknologi LCD membuat bentuk perkakas menjadi lebih ramping, mirip dengan teknologi LED (Light Emitting Diode) ataupun plasma gas.

 

Pada teknologi LCD tidak banyak dibutuhkan tenaga yang besar, sebagaimana display LED atau plasma gas, karena prinsip kerjanya tidak berbasis pada emisi melainkan pada pengaturan cahaya (Shuttering). Keunggulan monitor LCD dibandingkan dengan monitor CRT antara lain adalah: rendahnya daya konsumsi listrik, bobotnya lebih ringan, dan tidak terlalu menimbulkan interfensi magnetis dan elektris sebagaimana yang terdapat pada monitor CRT. Kelemahan monitor LCD dibandingkan dengan monitor CRT terutama pada tingkat akurasi warna yang dihasilkan di layar, keterbatasan sudut pandang (hanya tampak jelas bila dilihat dari arah tegak lurus), dan secara ekonomis masih sangat mahal, sedangkan pada monitor CRT, warna yang dihasilkan dari sel-sel aktif yang berpendar mati – hidup (On – Off), secara bergantian.

 

Sesungguhnya layar LCD tersusun atas matriks atau sel-sel aktif dan pasif. Suatu sel disebut aktif, bila ia memunculkan warna terang dengan latar belakang tiga warna dasar (Red, Green atau Blue) sementara yang pasif akan menghasilkan warna gelap dengan latar belakang putih. Sel yang aktif ini sering disebut juga sebagai Thin Film Transistor atau disingkat TFT. Dengan demikian kita dapat mengenal notebook dengan layar aktif atau pasif, itulah yang dimaksud layar pasif hanya menghasilkan kombinasi warna hitam – putih dengan tingkat gradasi tertentu.

 

Sedangkan layar aktif mampu menghasilkan kombinasi warna hitam – putih dengan tingkat gradasi tertentu. Sedangkan layar aktif mampu menghasilkan kombinasi dari tiga warna sehingga bisa mengubah citra menjadi jutaan warna. Itupun mengapa kualitas warna yang dihasilkan monitor LCD layar pasif tidak sebaik layar aktif, tapi yang aktif pun tidak sebaik monitor CRT. Refresh rate yang dihasilkan oleh monitor jenis LCD antara 40 – 60 Hz, sedangkan untuk jenis monitor CRT mencapai 75 Hz, tentu saja efek berkedippun jadi lebih rendah. Tentang sel yang ada pada sebuh layarmonitor LCD, ambil contohmonitor berukuran:1024 X 768 Pixel, jika di dalam setiap pixeltersebut terdapat sel sebanyak tiga buah (Red, Green, Blue), jadi di dalam monitor tersebut terdapat sel sebanyak: 1024 X 768 X 3 atau mendekati 2,4 juta sel. Dengan demikian kita makin yakin mengapa monitor LCD relatif belum mampu mengimbangi populasi monitor CRT.

loading...
loading...