Akses internet 3,5G trend teknologi terbaru

Netbook 3,5G dari vendor internasional dipastikan akan membanjiri pasar Indonesia. Vendor semacam Acer, Asus dan Lenovo sudah memperkenalkan produk barunya itu yang mendukung 3,5G. Untuk menghadapi gempuran merek internasional itu, Rendy mengatakan Zyrex menawarkan produk yang benar-benar dibutuhkan oleh pasar.

 

Konsumen harus mulai memperhatikan dukungan akses 3,5G saat membeli netbook. Konsumen bisa mendapat untung dari perang tarif data yang ditawarkan operator. Harga netbook 3,5G juga bisa makin murah jika dibundling bersama operator.

Akses internet 3,5G merupakan trend teknologi terbaru setelah dukungan Wi-Fi lewat hotspot. Vendor netbook, juga mulai melakukan pendekatan ke operator untuk menawarkan bundling netbook 3,5G.

Marketing Manager Zyrexindo Mandiri Buana, Rendy Mulyono mengatakan masih sulit memperhitungkan seberapa besar potensi pasar netbook 3,5G di Indonesia. Tapi netbook 3,5G sangat potensial karena lebih praktis daripada membeli modem 3,5G secara terpisah.

“Harganya mungkin tidak banyak berbeda dibandingkan membeli netbook dan modem 3G/HSDPA. Tetapi dengan modem sudah built in di netbook, maka menjadi lebih praktis. Konsumen tinggal memasukkan simcard saja,” ujarnya, di Jakarta, kemarin.

Untuk pasar netbook 3,5G, Rendy mengatakan memang cocok untuk wilayah yang sudah menyediakan layanan itu. Zyrex rencananya menjalin kerjasama dengan operator dalam memasarkan netbook 3,5G-nya.

“Kalau bundling dengan operator akan tahu harus dipasarkan di wilayah mana disesuaikan dengan jaringan operator. Kami sedang menjajaki kerjasama dengan operator manapun untuk program bundling,” jelasnya.

Kendala netbook 3,5G adalah kecepatan akses internet melalui modem HSDPA-nya. Rendy mengatakan walaupun secara teori 3,5G bisa mengantarkan kecepatan tinggi, tapi masih tergantung banyak faktor.

Selain faktor netbooknya, juga tergantung pada kondisi jaringan operator. Kecepatan akses bisa menurun jika jaringan sedang tidak maksimal. Selain itu jumlah pengakses juga bisa berpengaruh pada kecepatan akses.

Kecepatan 3,5G bisa dikatakan revolusioner. Awalnya akses internet di selular dengan GPRS hanya mencapai kecepatan 115 kbps dan maksimum 160 kbps. Perkembangan selanjutnya, adalah EDGE yang tiga kali lebih cepat dari GPRS. Generasi 2,5G itu mencapai 384 kbps dan secara teori mampu mencapai 473,6 kbps.

Teknologi termutakhir adalah HSDPA atau High Speed Downlink Packet Access yang berjalan pada platform 3G pada channel baru disebut High Speed Downlink Shared Channel (HS-DSCH). Dengan HDSPA, kecepatan downlink secara teori dapat mencapai 3,6 Mbps dan disebut 3,5G. Sedangkan 3G hanya mencapai 384 Kbps.

“Zyrex tidak mengeluarkan produk berdasarkan teknologi yang terbaru. Misalnya prosesor terbaru muncul, tidak otomatis kami keluarkan produk baru. Kami lebih memenuhi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya.

Selain itu Zyrex berusaha memberikan harga yang paling murah. “Kami memang mencari untung. Tapi cari untungnya tidak gila-gilaan. Yang penting harga harus kompetitif. Kami lebih mengutamakan volume, jika volume-nya besar maka bisa jalan. Kami tawarkan value for money yang tinggi pada konsumen,” jelasnya.

Zyrex menawarkan netbook 3,5G dikisaran Rp 5 jutaan. Lalu apakah bisa lebih murah? Rendy mengatakan harga netbook 3,5G bisa lebih murah jika dibundling bersama dengan operator. [inilah.com]

loading...
loading...