Menyiasati Gangguan Listrik Dengan UPS

Tanpa catuan daya listrik, Computer Anda tidak akan berdaya. Namun listrik juga memberikan serangan yang dapat melukai bahkan mematikan Computer. Beragam perangkat dan cara dapat digunakan untuk menyiasati dan melindunginya.

 

Uninterruptible Power Supply adalah kepanjangan dari UPS. Beberapa juga mengenalnya sebagai uninterruptible power source, namun secara global lebih dikenal dengan sebutan yang pertama tadi. Sesuai dengan namanya, UPS adalah perangkat yang biasanya menggunakan bateri backup sebagai catuan daya alternatif, untuk memberikan supply daya yang tidak terganggu untuk perangkat elektronik yang terpasang.

 

Kebanyakan orang memiliki anggapan UPS hanya akan berguna dalam menyiasati ketika listrik padam. Dengan ketersediaan catuan daya cadangan dengan bateri, pernyataan tersebut memang benar. Setidaknya penggunanya memiliki kesempatan untuk melakukan proses penyimpanan data dan melakukan proses shutdown secara normal. Namun dengan semakin banyaknya ragam ketersedian UPS, khususnya untuk UPS online, fungsinya tidak hanya untuk itu saja.

 

 

Ada beragam gangguan catuan daya yang mungkin terjadi. Disinilah fungsi UPS untuk mengkoreksinya. Inilah beberapa gangguan catuan daya dan beberapa gejala yang biasanya dirasakan.

  1. Power failure atau padamnya catuan daya. Tandanya paling mudah dilihat, dengan tidak tersedianya catuan daya, baik lokal dari MCB maupun dari PLN
  2. Voltage sag, turunya tegangan di bawah rata-rata dalam waktu yang sangat singkat. Gejala yang dirasakan adalah meredupnya lampu pijar atau berkedipnya lampu TL (Neon)
  3. Voltage spike, lonjakan tegangan listrik (voltage) dalam waktu yang sangat singkat. Spike atau peak voltage ini biasanya dipicu oleh kerusakan akut pada perangkat elektronik lain.
  4. Under-voltage (brownout), adalah tegangan listrik (voltage) rendah dalam waktu yang lama. Biasanya dapat dirasakan dari lampu yang meredup dari biasa, kecepatan kipas atau blower indoor AC yang melambat sendiri, sampai lampu TL yang gagal start. Penyebab gangguan ini bisa terjadi akibat ada perangkat dengan motor yang sudah terlalu panas (overheating)
  5. Over-voltage, meningkatnya tegangan listrik dari batas normal dengan jangka waktu yang lama. Jika waktunya singkat, maka disebut swell
  6. Line noise, gangguan distorsi pada gelombang sinyal listrik AC (alternate current). Gelombang sinyal AC seharusnya berupa gelombang sinusoidal dengan amplitude yang relatif tetap. Line noise membuat pola gelombang ini terganggu. Line noise dapat disebabkan gangguan dari interferensi elektro magnetis
  7. Frequency variation, terjadinya varians frequensi dari standar normal frekunsi listrik AC (50 atau 60 Hz). Hal ini dapat terjadi dikarenakaan perubahan speed dari perangkat listrik dengan motor.
  8. Switching transient, terjadinya undervoltage (notch) yang terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Notch ini hanya terjadi dalam satuan nanosecond, namun akibatnya mulai dari memory loss, data error dan atau data loss dan kerusakan pada komponen dalam jangka pangjang. Pada linear power supply seperti CPU, hal ini bisa terjadi karena gangguan pada linear transformer yang digunakan
  9. Harmonic distortion, terjadi karena dua gelombang elektromagnetik saling bertumpuk, membuat gelombang sinyal DC terganggu. Hal ini disebabkan panas berlebihan pada kabel dan sekering.

Kesembilan gangguan tersebut adalah gangguan dari catuan daya listrik yang dapat terjadi, juga dialami pada Computer. Sedangkan UPS, khususnya online UPS yang diperuntukan untuk Komputer ditujukan untuk menyiasati dalam meminimalkan gangguan-gangguan tersebut.

loading...
loading...