Hasil quick count Pemilu 2009 : Partai Demokrat 20.35%

Hasil Quick Count Pemilu 2009 Hasil quick count-survey cepat menunjukan bahwa figur Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat, masih mendapat dukungan terbanyak dari masyarakat untuk menjadi capres terpilih dan parpol pemenang pada pemilu 2009 ini. Salah satu faktor yang diduga membuahkan hasil ini adalah dampak dari penayangan iklan Partai Demokrat dan SBY di media massa, yang dinilai cukup efektif membentuk persepsi positif di publik.

 

Demikian hasil survei cepat-quick count yang telah dilakukan oleh beberapa Lembaga Survey Nasional dan berikut ditampilkan 2 (dua) dari lembaga survey yang dimaksud yaitu :

 

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) : 95.45%

  1. Partai Demokrat (PD) :  20.35%
  2. Partai Golongan Karya (GOLKAR) : 14.82%
  3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) : 14.06%
  4. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) : 7.81%
  5. Partai Amanat Nasional (PAN) : 6.07%
  6. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) : 5.75%
  7. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) : 5.28%
  8. Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) : 4.19%
  9. Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA): 3.49%
  10. Partai Bulan Bintang  (PBB) : 1.65%

 

Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES)

  1. Partai Demokrat (PD) :  19.6
  2. Partai Golongan Karya (GOLKAR) : 14.8%
  3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) : 14.9
  4. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) : 7.7%
  5. Partai Amanat Nasional (PAN) : 5.8%
  6. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) : 5.6%
  7. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) : 5.1%
  8. Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) : 4.5%
  9. Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA): 3.6%
  10. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU): 1.7%

Perubahan signifikan terjadi pada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Bila lima tahun lalu partai ini meraih 53 persen suara, kini hanya 14,06 persen (LSI) atau 14,9 persen (LP3ES) persen suara. Diduga oleh para pengamat politik suara pemilih PDIP telah pindah yakni beralih ke Gerindra, PKS, bahkan Hanura.

 

Golkar juga kehilangan suara cukup besar. Barangkali alasan paling umum yang menyebabkan turunnya perolehan suara kedua partai besar tersebut adalah ketidakpuasan penampilan partai dan tokoh-tokoh yang diajukan dianggap “tidak layak jual” kepada masyarakat pemilih.

 

Untuk melihat real quick count versi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Anda bisa dilihat di Pusat Tabulasi Pemilihan Nasional Tahun 2009 milik KPU

loading...
loading...