Alexa: Sukses Berkat Staff Linux Berpengalaman!

alexa.pngAnda yang gemar bermain dengan search engine, page rank, atau SEO pasti mengenal nama Alexa. Ya, Alexa adalah nama situs sekaligus perusahaan penyedia jasa informasi tentang trafik internet. Alexa juga adalah pencipta dari Wayback Machine, situs yang berisi arsip dari jutaan halaman website di seluruh dunia. Don Whitt, manajer operasi Alexa, mengatakan, sejak diakuisisi oleh Amazon.com pada tahun 1999, Alexa telah memiliki sejarah panjang dengan berbagai platform open source. Termasuk diantaranya Slackware, FreeBSD dan CentOS.

Pada awal berdirinya Alexa hanyalah perusahaan kecil dengan modal kepercayaan dan tekad besar. Namun sejak awal Alexa telah memperkerjakan para teknisi yang telah memiliki cukup pengalaman dengan Linux. Whitt mengatakan, Alexa dimulai dengan menggunakan Slackware, dilanjutkan dengan FreeBSD, kemudian ke Red Hat, Fedora Core, dan kini beralih menggunakan CentOS.

 

 



Para teknisi dan tim pengembang menemukan bahwa dengan Linux, urusan patch dan update menjadi lebih mudah dan cepat. Hal ini karena setiap orang di seluruh dunia bisa mereview kode sumber untuk selanjutnya dapat segera melaporkan atau membuat patchnya apabila terdapat bug didalamnya. Ada banyak keuntungan menggunakan Linux ujar Whitt. Selain pengeluaran perangkat lunak dapat lebih dihemat, Linux merupakan sistem operasi yang banyak disukai oleh sebagian besar teknisi. Mereka (para teknisi) menyukai dan merasa nyaman bekerja dengannya.

Whitt menyebut Alexa sebagai “konsumen” open source. Meski tidak secara resmi berkontribusi kepada komunitas open source, para pengembang Alexa telah beberapa kali ikut mengirimkan patch pada beberapa aplikasi yang mereka temukan memiliki celah / bug.

Whitt mengatakan seorang manager operasi memiliki peran yang sangat penting saat memutuskan siapa saja yang masuk dalam tim teknisi (engineer). Bisa saja perusahaan menghabiskan banyak dana untuk kegiatan operasional, tapi memiliki staff teknis yang berpengalaman dengan Linux adalah yang utama. Whitt juga mengingatkan, memaksakan open source pada perusahaan yang belum siap, hanya akan menghabiskan banyak uang pada support dan perangkat keras. Linux adalah sistem yang kompleks. Ibaratnya Windows adalah sebuah roda yang sudah jadi, sementara Linux adalah sekotak ruji dan poros roda. Pemilik perusahaan harus mengerti bagaimana memilik staff teknis yang baik. Bila tidak memiliki staff yang berpengalaman, maka itu hanya akan jadi mimpi buruk. Majalah Linux Online


loading...
loading...