Sekilas tentang Brainwashing (Cuci Otak)

Cobalah Anda jawab pertanyaan ini, bila jawaban Anda ya, barulah kita semua menyadari bahwa tanpa kita sadari telah menjadi subyek brainwashing (cuci otak). Seperti contoh pertanyaan di bawah ini,
  • pernahkah Anda ikut ospek sebelum memasuki masa kuliah di Perguruan Tinggi,
  • pernahkan Anda mengikuti pelatihan-pelatihan sebelum diterima secara penuh bekerja disuatu Instansi,
  • pernahkah Anda diundang dalam promosi/pertemuan-pertemuan perusahaan MLM,
  • pernahkah Anda mengikuti pelatihan dasar kemiliteran, atau pelatihan-pelatihan dari lembaga-lembaga tertentu seperti organisasi kepemudaan, pecinta alam, fans club bola,fans club motor besar dll ?
jika Anda jawab ya, ada kemungkinan praktek brainwashing (cuci otak) pernah Anda jalani baik disadari atau tidak.
Ciri dari adanya brainwashing (cuci otak) dapat dilihat dari semangat kerja Anda yang meningkat secara menggebu-gebu pada awal-awal setelah pelatihan dimana bisa diartikan ada peningkatan etos kerja, atau semangat pantang menyerah, juga terjadi pada hal yang sama yaitu pada situasi mendapat downline saat Anda rajin mengikuti pertemuan-pertemuan MLM yang Anda ikuti, atau munculnya suatu pola pikir yang baru yang bahkan beda jauh dari pola pikir Anda yang lama setelah Anda mengikuti acara pengenalan suatu organisasi kemasyarakatan maupun politik atau yang lainnya.
Dalam catatan sejarah brainwashing (cuci otak) sudah digunakan sejak Perang Dunia I dan II tujuannya untuk membangun semangat para prajurit sejak mereka masih remaja contoh.... pada prajurit Nazi Jerman dan Uni Sovyet pada masa itu. Tujuan dari cuci otak ini adalah untuk membentuk mental prajurit yang tahan banting baik secara fisik dan mental dan setia terhadap keyakinan para pemimpinnya atau partai yang mereka anut.
Pada perang Dunia II, tentara Jepang berhasil mencuci otak pilot-pilot muda. Dengan bersemangat dan tak takut mati, para pilot tersebut menerbangkan pesawat kamikaze dan menabrakkan pesawatnya pada kapal-kapal perang Amerika. Karena dengan membela kaisar, mereka yakin bahwa kematiannya tidak percuma.
Sebetulnya inti bbrainwashing (cuci otak) sendiri adalah bagaimana caranya mengkondisikan otak untuk siap menerima suatu hal yang baru baik positif ataupun negative, tergantung dari brainwashernya.
Penggunaan brainwashing (cuci otak) dalam kehidupan kita dapat berdampak positif maupun negative dan dapat di analogikan, ibarat pisau, mau dipakai memotong sayur atau menusuk orang tergantung dari kitanya dan pisaunya sendiri sampai kapanpun tetap suatu alat yang netral-netral saja.
Segi positif : Anda bayangkan jika rekan-rekan semua yang sudah bekerja, terus-menerus bekerja tanpa adanya pelatihan dalam interval waktu tertentu atau mengambil inisiatif ikut pelatihan sendiri, pasti akan terjebak dalam titik jenuh yang pada akhirnya menurunkan kemaampuan kreatif dari kerja Anda. Suatu pelatihan yang diadakan dan Anda ikuti, baik berupa pelatihan skill ataupun program motivasi dengan trainer atau motivator yang bagus, bisa memberikan Anda semangat baru dalam kerja. Disadari atau tidak, sedikit dari otak Anda telah di brainwash….dan efeknya bagus.
Segi negative : bisa dilihat dari perkumpulan tertentu yang anggotanya menyatakan bahwa mereka yang paling benar, yang lain salah. Berarti brainwashing yang diterima anggota perkumpulan tersebut menutup pikiran mereka dari input-input luar sehingga disadari atau tidak kemampuan analisa mereka menjadi berkurang sekali. Contoh lainnya seperti sekte-sekte sesat dalam agama tertentu, pelaku bom bunuh diri dll.
Pengetahuan untuk mengetahui metode-metode brainwashing (cuci otak) bisa menolong kita untuk mengetahui suatu praktek brainwashing, sehingga kita bisa terhindar dari praktek yang merugikan bagi kita.
loading...
loading...